Peran Orang Tua Dalam Mencegah Kekerasan Seksual Terhadap Remaja Di Era Digital
Kata Kunci:
Peran Orangtua, Gaya Asuh Orangtua, Kekerasan Seksual, Sosial Media, Era DigitalAbstrak
Perkembangan teknologi dan media sosial yang pesat meningkatkan kerentanan remaja terhadap paparan konten negatif hingga risiko kekerasan seksual siber. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua melalui pendekatan pola asuh, komunikasi terbuka, edukasi, serta pengawasan digital dalam mencegah kekerasan seksual pada remaja di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan orang tua yang memiliki anak remaja pengguna aktif media sosial, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif (demokratis) yang mengombinasikan responsiveness (kehangatan dan komunikasi dua arah) dan demandingness (pengawasan dan batasan aturan yang rasional) menjadi strategi yang paling efektif. Hambatan utama yang dihadapi orang tua adalah adanya kesenjangan literasi digital (digital gap). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengawasan digital berbasis tindakan represif/otoriter kurang efektif dan rentan memicu resistensi anak. Diharapkan orang tua dapat menerapkan pendampingan digital secara komunikatif serta meningkatkan pemahaman hukum dan literasi digital guna memberikan perlindungan optimal bagi remaja di ruang siber
